Minggu, 27 April 2014

Hadits ke Delapan Belas

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - قَالَ «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ.»

"Dari Hudzaifah ibnul Yaman_radhiyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila bangun malam, maka beliau menggosok mulutnya dengan siwak." [HR. Al Bukhari – Muslim]



Rabu, 16 April 2014

UTSUL TSALATSAH BAGIAN KE 13

يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ

Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.
(QS: Al-'Ankabuut Ayat: 56)

Telah berkata Imam AlBaghawi : Ayat ini turun kepada orang-orang yang tinggal di Mekkah dan tidak ikut berhijrah. Allah Ta'ala menyeru mereka dengan sebutan beriman

Dalil atas wajibnya hijrah dari Sunnah adalah sabda nabi Salllahu 'alaihi wasallam :


.لا تَنَقَطَِعِ اُُلهِجِْْرةََ حََُُتَّىَّ تَنَقََطِعِاََلتَّوَّبََةُ،ُ وَلَا تََنقََطِعِاُُلتَّوَّبََةُُ حََتىََّّ تَْْطَْلْعُُاََلشََّّمْسُُْمِنِْمَْغَْرْبِهََِا
artinya Hijrah tidak berhenti sebelum terputusnya taubat dan taubat tidak terputus hingga matahari terbit dari barat

Selasa, 15 April 2014

UTSUL TSALATSAH BAGIAN KE 12

Beliau mengajak kepada ketauhidan selama 10 tahun, dan setelah 10 tahun beliau di mi'rojkan ke langit.  Dan difardukan kepada beliau shalat 5 waktu , beliau menjalankan sholat di makkah selama 3 tahun
lalu di perintahkan hijroh ke madinah.

Hijrah adalah perpindahan dari negeri syirik ke negeri islam. Hijrah hukumnya wajib bagi setiap umat islam di negeri syirik ke negeri islam kewajiban ini tetap berlangsung sampai hari kiamat

seperti firman Allah Ta'ala



إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ ۚ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ فَأُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

 Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,(QS: An-Nisaa Ayat: 97)